.::PERHIMPUNAN REUMATOLOGI INDONESIA::.

Detail Ilmiah Informasi tentang Perhimpunan Reumatologi Indonesia

Pengapuran Sendi Lutut

Pengapuran Sendi Lutut

 

Laniyati Hamijoyo

Divisi Reumatologi  Departemen Ilmu Penyakit Dalam

FK Universitas Padjadjaran/RS Hasan Sadikin

Bandung Jawa Barat

 

 

 

Pendahuluan

 

Penyakit pengapuran pada sendi  sering dialami oleh mereka dengan usia di atas 50 tahun.  Penyakit ini merupakan penyakit reumatik yang paling sering ditemui dibandingkan dengan penyakit reumatik yang lain. Istilah pengapuran sendi sering salah diartikan oleh pasien atau masyarakat awam sehingga penyakit ini dihubungkan dengan zat kapur berlebihan di dalam badan. Beberapa pasien juga mengira penyakit ini akibat kebanyakan kalsium yang dikonsumsinya, padahal hal tersebut tidak berhubungan.  Dalam dunia kedokteran penyakit ini dikenal sebagai osteoartritis,  karena mekanisme terjadinya penyakit ini tidak saja akibat adanya pengapuran pada tulang disekitar sendi tetapi juga melibatkan banyak faktor yang lain, karena itu istilah pengapuran sendi selanjutnya akan diganti  menjadi osteoartritis (OA) dalam makalah ini.

 

Hal terpenting yang perlu diketahui tentang osteoartritis adalah penyakit ini tidak bisa sembuh, tetapi jika dideteksi dini dan terapi dengan tepat maka penyakit ini dapat terkontrol dan kerusakan sendi yang lebih parah dapat dihindari. Pasien dengan penyakit OA umumnya dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik dengan bantuan terapi yang tepat, kebiasaan yang baik, olah raga dan istirahat serta alat bantu sendi maupun operasi (jika diperlukan). Sendi yang paling banyak terkena adalah sendi lutut.

 

 

Apa itu Osteoartritis?

Osteo berarti tulang, artr berarti sendi, dan itis berarti ada peradangan. Peradangan menimbulkan nyeri, kaku dan bengkak.  Jadi osteoartritis berarti adanya peradangan pada sendi dan tulang di sekitarnya. Pada awalnya OA diduga murni akibat proses degeneratif (penuaan) dan nyeri yang terjadi akibat proses mekanik, namun ternyata didapatkan juga terjadi proses peradangan, yang menimbulkan rasa nyeri.  Ada berbagai macam penyakit reumatik yang menimbulkan artritis atau radang di sendi, seperti artritis reumatoid, gout dan artritis rekatif. Umumnya radang yang terjadi pada OA lebih ringan dibandingkan dengan penyakit artritis yang lain.  Penyakit OA merupakan penyakit reumatik yang paling sering ditemukan dalam masyarakat terutama pada mereka dengan usia di atas 50 tahun.

Osteoartritis in terjadi apabila tulang rawan (kartilago) di antara dua sendi menjadi aus.  Kartilago ini berfungsi melindungi ujung tulang dan juga berguna sebagai bantalan sehingga tulang tidak beradu dengan tulang yang lain pada saat sendi digerakkan, dan gerakan sendi menjadi lancar.

 

              

Gambar 1. Sendi normal dan sendi osteoartritis

 

Pada keadaan osteoartritis,  kartilago  menjadi erosi, menipis, dan tidak rata, menimbulkan nyeri, kaku, bengkak dan gangguan pada gerakan sendi.  (lihat gambar 1).  Kartilago menjadi aus  menyebabkan tulang di sekitar sendi tersebut beradu satu sama lain dan terjadi patahan-patahan berukuran kecil pada tulang, sebagai akibatnya tubuh akan bereaksi membentuk tulang yang baru dan timbulah potongan tulang baru (osteofit) yang dikenal sebagai pengapuran. Selanjutnya tulang di sekitar sendi tersebut  mengalami perubahan bentuk (deformitas) dan menjadi lebih besar.

Osteoartritis juga menyebabkan kaku pada sendi namun umumnya hanya 15-20 menit terutama pada pagi hari. Jika sendi tersebut digunakan maka akan terasa semakin nyeri. Pada saat istirahat nyerinya akan berkurang, akibatnya pasien seringkali enggan untuk bergerak dan lebih banyak duduk diam. Hal ini dapat menimbulkan atrofi atau pengecilan otot akibat kurang digunakan, selanjutnya akan semakin memperburuk osteoartritisnya.

Jika tidak diantisipasi, dengan berjalannya waktu maka kartilago akan semakin menipis dan tulang bertemu langsung dengan tulang. Pada keadaan ini pasien akan merasa semakin sakit.

 

Sendi yang sering terkena osteoartritis

 

Tidak semua sendi di badan yang terserang osteoartritis, umumnya hanya sendi tertentu yang menyanggah beban tubuh seperti sendi lutut (paling sering terkena), panggul, tulang belakang. (lihat gambar 2)  Beberapa sendi kecil lain juga bisa terkena seperti sendi-sendi di jari tangan terutama bagian ujung (distal) disertai benjolan pada tulang yang dikenal sebagai nodus Herbeden. (lihat gambar 3). Sendi pada jari kaki juga sering terkena.

 

Gambar 2 sendi-sendi tubuh yang sering terkena osteoartritis.

Gambar 3. Nodus herbeden pada jari tangan

 

 

Apa saja gejala osteoartritis?

 

Gejala OA umumnya muncul perlahan-lahan dapat berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.  Pasien umumnya merasa pada lututnya terdapat:

  • Nyeri yang muncul perlahan-lahan, lambat laun menjadi semakin sering.
  • Pada awal OA, nyeri biasanya dibangkitkan oleh suatu aktivitas fisik yang berat seperti sesudah berlari, berjalan jauh, atau sesudah naik turun tangga berulang.
  • Lebih lanjut, nyeri ditimbulkan oleh aktivitas sehari-hari seperti ketika bangun dari jongkok, atau saat sujud, dan berdiri lama.
  • Nyeri biasanya memburuk ketika sendi digunakan dan membaik ketika istirahat.
  • Pada saat digerakkan menimbulkan suara krepitus
  • Dapat disertai bengkak dan kaku yang berlangsung kurang lebih 15-20 menit.

 

Gambar 4 Nyeri osteoartritis di sendi lutut

 

Diagnosis Osteoartritis Lutut

 

Bagaimana dokter membuat diagnosis OA? Sebetulnya tidak ada satupun test darah yang dapat digunakan untuk mendeteksi OA. Dokter akan melakukan tanya jawab dan mengumpulkan data mengenai keluhan yang dirasakan pasien, kemudian melakukan pemeriksaan pada sendi tersebut dan kadang membutuhkan pemeriksaan rontgen pada sendi yang terkena untuk menentukan bahwa penyakit yang dialami oleh pasien adalah osteoartritis. Seandainya ada pemeriksaan darah yang dilakukan adalah untuk menyingkirkan penyakit lain atau untuk menilai apakah aman dalam pemberian obat-obatan.

 

Faktor Risiko Terjadi Osteoartritis Lutut

 

Faktor risiko untuk terjadiya OA adalah

  • Usia: dengan bertambahnya usia maka kecenderungan terjadi OA akan semakin besar. Tidak berarti semua orang di usia tuanya akan mengalami penyakit OA ini.
  • Riwayat keluarga: ada peran genetik pada penyakit OA, di mana keluarga memiliki OA maka kemungkinan untuk mengalami OA juga semakin besar.
  • Berat yang berlebihan: Jika berat berlebihan maka sendi lutut dan panggul harus bekerja lebih keras menopang berat badan, karena itu akan lebih mudah menjadi aus dibanding dengan mereka dengan berat badan yang normal. Berat badan yang lebih ringan terutama akan mengurangi tekanan pada sendi dan juga mengurangi rasa nyeri pada sendi.
  • Trauma sendi: Trauma pada sendi menyebabkan kerusakan pada kartilago, selanjutnya akan menyebabkan perubahan pada sendi, sehingga adanya riwayat trauma  dapat menimbulkan OA.
  • Komplikasi dari penyakit artirtis yang lain: OA juga dapat ditimbulkan akibat dari penyakit artritis yang lain, contohnya penyakit gout atau artritis reumatoid. Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan di kartilago sendi sehingga lebih lanjut menimbulkan OA.

 

 

Bagaimana mengatasi osteoartritis lutut

Penting untuk mendiagnosis dini penyakit OA sehingga kerusakan lebih lanjut dapat dicegah dan kecacatan dapat dihindari. Tujuan terapi osteoartritis adalah: mengontrol rasa nyeri, meningkatkan kemampuan aktivitas dan fungsi sendi, serta mencegah kerusakan sendi lebih lanjut.

  1. Istirahat pada keadaan nyeri hebat:

Jika nyeri pada OA disertai tanda-tanda inflamasi seperti bengkak, merah, dan hangat maka perlu diistirahatkan sendi tersebut sementara waktu. Kunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang baik dalam mengatasi nyeri dan radang tersebut.

  1. Aktivitas:

Hindari atau kurangi aktivitas yang dapat menimbulkan nyeri pada sendi, seperti jongkok, berdiri lama, naik turun tangga.   Segera setelah nyeri  berkurang   penting untuk kembali beraktivitas sehingga menjaga otot-otot sekitar sendi tidak menjadi mengecil/ artrofi.

Lakukan latihan / olah raga sesuai kemampuan dan tingkatkan kekuatan sendi.

 

Gambar 5. Latihan yang dapat dilakukan pada osteoartritis

 

 

  1. Turunkan berat badan jika berlebih: Mengurangi berat badan dapat mengurangi beban pada sendi yang menopang berat tubuh.
  2. Makan makanan yang sehat: pilih makanan yang sehat, termasuk di dalamya banyak mengandung zat bergizi yang seimbang juga meliputi sayuran hijau maupun kacang-kacangan.

 

 

Gambar 6. Makan-makanan yang sehat, termasuk sayuran hijau

 

  1. Menggunakan alat bantu:  Alat bantu seperti tongkat, deker dll, dapat membantu mengurangi nyeri di sendi yang terkena, diskusikan dengan dokter mengenai alat yang mana yang tepat digunakan.

 

 

Gambar 7: Beberapa alat bantu yang dapat digunakan pada OA

 

  1. Penggunaan obat-obatan: sebaiknya dibawa pengawasan dokter, beberapa obat anti nyeri memiliki efek samping yang berbahaya pada pasien tertentu, karena itu perlu berdiskusi dengan dokter mengenai keamanan obat-obat tersebut.

 

 

Gambar 8: Obat-obat untuk osteoartritis

 

  1. Operasi: Operasi dilakukan jika terapi baik dengan obat maupun nonfarmakologi telah dilakukan namun tidak berhasil. Operasi yang dilakukan dapat berupa penggantian sendi yang terkena OA tersebut.

 

 

Kesimpulan

Penyakit osteoartritis lutut adalah penyakit yang mengenai sendi, menyebabkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan kerusakan sendi serta gangguan fungsi dan aktivitas bagi penderitanya. Pengenalan dini dan pencegahan akan kerusakan sendi dapat dilakukan sehingga kecacatan dapat dihindari pada penyakit ini.

 

Bahan referensi:

  1. Website Perhimpunan reumatologi Indonesia: www.reumatologi.or.id